e-samarinda

Just A website

Banner

Jackie Chan: Jagoan Itu Belum Pensiun

Published on Jan 31 2014 // Hiburan

Siapa yang tidak merasa nyaman dengan Jackie Chan, aktor laga yang sosoknya baik hati, suka humor, dan selalu menyungging senyum, bahkan ketika sedang berduel sekalipun?

Itu sebabnya, peran sebagai polisi, detektif, atau penegak hukum, pas melekat untuk dirinya. Sampai-sampai ia memperoleh penghargaan untuk perannya dalam Police Story tahun 1985. Sejak itu, Police Storybeberapa kali didaur ulang. Namun, film Police Story 2013 yang dirilis di Hongkong pada Januari 2013 ini agak berbeda. Tak banyak lagi aksi ataupun jumpalitan di udara. Film ini berkutat menggali persoalan internal para tokohnya.

Jackie Chan memerankan sosok Zhong Wen, detektif polisi China yang sudah berumur. Ia total mengabdi pada profesi dan menempatkan tugas di atas segalanya, termasuk keluarga. Tak heran apabila sang putri, Miao, merasa asing dengan ayahnya. Bukan hanya itu, sebagai polisi jujur, meskipun anak buah hormat kepadanya, kariernya mentok. Jadilah Zhong seorang polisi yang tak bahagia.

Jackie Chan yang hampir berumur 60 tahun secara alamiah ”matang” untuk memerankan sosok seperti ini. Tanpa harus bersusah payah, ia dengan mudah menampilkan Zhong Wen yang lelah dan frustrasi. Di Hongkong-lah, Zhong berkomunikasi kembali dengan putrinya yang memintanya bertemu di Wu’s Bar. Ternyata Miao merupakan kekasih sang pemilik bar, Wu Jiang (Liu Ye). Dari pertemuan sekilas dengan pemilik bar, naluri polisi Zhong sudah merasa bahwa Wu bukanlah pria baik-baik, dan kenyataan itu semakin memperburuk hubungannya dengan Miao.

Tentu saja insting orangtua pada umumnya benar. Namun, semuanya sudah terlambat. Zhong, Miao, dan sejumlah pengunjung yang diundang ke bar tersebut disandera Wu. Atas alasan apa mereka disandera, sedikit demi sedikit hal itu terungkap dan berpuncak di akhir cerita. Seluruh ketegangan itu berujung pada kejadian lima tahun sebelumnya di sebuah apotek di Hongkong yang melibatkan seluruh orang yang disandera tersebut.

Gagasan cerita sebetulnya menarik, khas film-film ber-genre suspense. Namun sayang, pembuat skenario terlalu berpanjang-panjang mengulur cerita, termasuk ketika Zhong lepas dari penyanderaan dan bersembunyi di dalam gedung.

Bandingkan, misalnya, dengan film Die Hard I, yang juga berkisah tentang bagaimana seorang detektif (Bruce Willis) mencoba membebaskan sandera, termasuk istrinya, di sebuah gedung yang dikuasai teroris Jerman Timur. Ketegangan berhasil dibangun dengan baik dalam Die Hard sehingga film ini termasuk sukses besar pada masanya. Dalam Police Story 2013, bangunan ketegangan cepat betul cair karena dijejali sejumlah adegan dan dialog yang tak perlu.

Untunglah ada Jackie Chan. Meski para penggemar fanatiknya mungkin mulai kehilangan Jackie Chan yang jago silat dan sering melakukan adegan akrobatik tanpa stuntman, Chan sendiri pun mulai menggali kemampuannya berakting melalui pendalaman karakter. Sejak bermain dalam The New Karate Kid, di mana ia hanya sekilas menampilkan jurus-jurus silat, Chan seperti menemukan ”jalan”-nya. Nyatanya, ia bisa berakting hanya lewat tatapan mata, intonasi suara, bahkan berdiam diri.

Ada sejumlah adegan laga dengan tangan kosong yang menunjukkan sisa-sisa kelincahan aktor ini, termasuk membanting musuh lewat lipatan kaki, yang menjadi ciri khasnya. Jadi, meskipun dalam festival film Cannes lalu Chan sudah mengisyaratkan akan ”mundur” dari dunia laga, Police Story 2013 membuktikan kariernya masih akan panjang meskipun mungkin dia bukan jagoan lagi. (MYR)

Police Story 2013
Sutradara/Skenario: Ding Sheng
Pemeran: Jackie Chan, Liu Ye, Jing Tian
Produksi: Jackie & JJ Productions/China Vision Media Group

Leave a comment